Bedah Buku “Zad al-Salik” karya Faidh al-Kasyani Terbitan Sadra Press di Rumi Institute Jakarta

Bedah Buku “Zad al-Salik” karya Faidh al-Kasyani Terbitan Sadra Press di Rumi Institute Jakarta

zadrumi Kegiatan bedah buku yang berjudul  "Zad al-Salik" karya  Faidh al-Kasyani yang diterbitkan oleh Sadra Press berlangsung pada tanggal 12 April 2018 dengan menampilkan pembicara Dr. M.Nur Jabir selaku Direktur Rumi Institute dan Dr. Nano Warno  dari  Divisi Riset Sadra International Institute, adapun yang bertindak sebagai moderator adalah saudara Afrizal M.sc. Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama antar kedua lembaga tersebut dihadiri oleh 20-an peserta dari berbagai kalangan yang berbeda seperti: Mahasiswa, aktivis sosial dan juga pemerhati tasawuf. Direktur Rumi Institute dalam kajian bedah bukunya memaparkan bahwa buku terjemahan “ Zad Salek” karya  Faiz Kashani tersebut merupakan buku pedoman awal yang praktis bagi para pencinta konsep dan ritual ajaran sufisme. Beliau juga menambahkan bahwasanya, langkah mudah untuk memahami bagaimana cara menuju Tuhan, perilaku sufi dalam kehidupan dan tata-cara menggapai tahapan-tahapan sufisme di jelaskan secara apik dalam buku tersebut. Melalui pembacaan buku ini, masih menurutnya, diharapkan dapat memberikan sebuah nutrisi ruhani sekaligus akan dapat diraih hakikat dari ma’rifat Allah SWT bagi orang-orang yang ikhlas dan bersih hati serta jiwanya. Walaupun buku tersebut terlihat sangat simple dan praktis namun di dalamnya terkandung makna kata yang paling luhur dalam penjelasannya. Sementara dari pembanding lainnya Dr. Nano Warno menjelaskan tentang keungggulan dan kelemahan dari buku tersebut. Buku tersebut , masih menurutnya memiliki keunggulan dalam memilih diksi yang ringan dan mudah dicerna bagi para pemula yang ingin menggeluti dunia sufisme. Adapun kekurangannya, masih menurutnya adalah memang benar bahwasanya buku tersebut ditujukan bagi para pemula yang ingin memahami jalan sufisme tapi amat disayangkan pembahasan yang dimuat dalam buku ini terlalu ringkas dan kurangnya pemebahasan yang lebih mendalam terutama terkiat dengan persoalan ke Tuhanan. Acara yang berlangsung hangat tersebut, diakhiri dengan pemberian buku “ Zad al-Salik” secara Cuma-Cuma kepada para peserta yang hadir dan sebagai penutup kegiatan ditandai dengan foto bersama antara para nara sumber dan peserta yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *