UNDANGAN TERBUKA: “Filsafat Moral M. Taqi Misbah Yazdi: Mengurai Relasi Agama dan Sains di Era Pandemi.”

UNDANGAN TERBUKA: “Filsafat Moral M. Taqi Misbah Yazdi: Mengurai Relasi Agama dan Sains di Era Pandemi.”

UNDANGAN TERBUKA

Filsafat Moral M. Taqi Misbah Yazdi: Mengurai Relasi Agama dan Sains di Era Pandemi.

 

Dunia sedang menghadapi bencana Covid-19, yang terhitung pada tanggal 20 September 2020 sekitar 32,9 juta positif dan 996 ribu meninggal dunia. Di indonesia terhitung 275 ribu positif, dan 10 ribu meninggal dunia. Data tersebut masih mengalami kenaikan dari hari ke hari. Pada tanggal 19 Oktober 2020 terjadi kenaikan kasus positif menjadi 39,9 juta dan 1,1 juta orang meninggal dunia, yang menjangkiti 235 negara di dunia. Di Indonesia pun mengalami kenaikan kasus positif, menjadi 365 ribu positif dan 12 ribu meninggal dunia.  (Sumber Data: WHO dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19)

Terdapat banyak problematika yang terjadi yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Dari aspek medis, sudah banyak korban yang berjatuhan, termasuk para tenaga medis yang berada di garda terdepan menanggulangi bencana covid 19. Perekonomian pun merosot tajam. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan untuk menanggulangi covid masih tumpang tindih. Belum lagi masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan, yang membuat kasus positif meningkat setiap harinya. Problematika politik dalam negeri masih saja mencuat.

Situasi ini menimbulkan kepanikan di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Di saat krisis seperti ini, manusia memikirkan masa depan kehidupannya untuk tetap bertahan. Terlihat pada awal-awal pandemi, di mana terjadi penimbunan pangan dan barang-barang APD. Hal ini disebabkan kesadaran moral yang mementingkan diri sendiri.

Situasi ini memerlukan katarsis. Agama adalah salah satu medium yang dapat dijadikan sandaran bagi setiap individu untuk mengeliminasi rasa kepanikan dan kekhawatiran yang berlebih. Institusi dan para pemuka agama di negeri ini terbukti bijak dan berani dalam menghadapi wabah. Ritus ibadah dimodifikasi sesuai dengan kebijakan negara. Agama terbukti mampu menangkap pesan sains dan protokol medis, walaupun masih ada sebagian pihak yang malah melontarkan narasi keagamaan secara salah kaprah terkait pandemi Covid-19, misalnya, dengan mengatakan bahwa takdir kematian seseorang itu sudah ditentukan oleh Allah, dan tidak perlu takut kepada virus, karena yang harus ditakuti hanyalah Tuhan saja.

Tentu, problematika dalam berbagai aspek tersebut berkaitan dengan moralitas, karena berkaitan dengan baik dan buruk. Problematika tersebut juga berkaitan dengan sains, sebab sains sebagai kunci penyelesaian wabah. Namun, apakah sains sepenuhnya terlepas dari aspek moral-religius agama? Maka Sadra International Institute bersama Riset STFI Sadra berusaha mengurai problem moral-religius dan relasinya dengan ilmu pengetahuan, dengan mengadakan pengabdian masyarakat yang berupa Web Seminar (Webinar) dengan judul, Filsafat Moral M. Taqi Misbah Yazdi: Mengurai Relasi Agama dan Sains di Era Pandemi.

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *