REPUBLIK ISLAM IRAN, PENCAPAIAN, PELUANG DAN TANTANGAN

REPUBLIK ISLAM IRAN, PENCAPAIAN, PELUANG DAN TANTANGAN

Pada Rabu lalu (10/2/21), Sadra International Institute menyelenggarakan peringatan HUT Republik Islam Iran dengan mengundang sejumlah tokoh termasuk Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Dr. Mohammad Khoush Heikal Azad. Beliau menyampaikan pidato kenegaraan pada kesempatan itu.

   
Assalamualaikum Wr. Wb.  

Saya ingin mempergunakan kesempatan webinar yang mulia hari ini untuk menyampaikan bahwa Iran dan Indonesia pada tahun 2020 telah merayakan 70 tahun hubungan diplomatiknya melalui berbagai acara dan kegiatan dan kini kami sedang merayakan HUT ke-42 Kemenangan Revolusi Islam Iran dan Pendirian Republik Islam Iran.

  PENCAPAIAN

Dalam kaitan ini saya akan menyebutkan sejumlah pencapaian Republik Islam Iran yang merupakan prestasi besar dari Iran pada saat sedang berada di bawah sanksi yang zalim oleh negara adidaya dunia yang dipaksakan kepada kami dan berbagai negara lain di dunia melalui beragam pendekatan dengan tujuan mengganti sistem politik serta memecah belah Iran.

Di bidang pembangunan manusia yang mana rata-rata pertumbuhannya di dunia ada di antara 0,69 sampai 0,73 persen. Iran mencatatkan pertumbuhan yang dua kali lebih besar dari rata-rata global. Ini berarti berbagai dimensi dari kehidupan masyarakat Iran, antara lain harapan hidup, kesehatan, sistem pendidikan, pendapatan dan lain-lain, berjalan dengan baik.

Harapan hidup di Iran dari 50 tahun meningkat ke 75 tahun.

Jumlah dokter di Iran yang sebelumnya hanya 15.000 dokter dan karena langkanya dokter pada saat itu, Iran harus mengimpor dokter dari negara lain termasuk India, setelah terbentuknya Republik Islam Iran, meningkat menjadi 27.000 dokter.

Di bidang pendidikan dokter, sebelumnya hanya ada 7 sekolah kedokteran yang menjadi bagian dari universitas lain, namun, kini terdapat 40 universitas independen berhubungan dengan pelayanan kesehatan dan kedokteran di seluruh negeri.

Di bidang farmasi, sebelumnya hanya 25 persen dari kebutuhan farmasi negara yang diproduksi di dalam negeri tetapi saat ini 95 persen dari kebutuhan obat negara diproduksi secara domestik, dan juga kini 65 juta orang dari total masyarakat Iran yang berjumlah 75 juta berada di bawah perlindungan asuransi kesehatan.

Maka dengan infrastruktur yang baik di bidang kesehatan kami dapat mengendalikan Covid-19 dengan baik. Walaupun Amerika Serikat menghalangi akses Iran untuk mendapatkan 5 miliar USD dari Badan Moneter Internasional (IMF).

Kami juga berhasil mengembangkan 4 vaksin Covid-19 dalam negeri di mana 2 di antaranya sedang menempuh tahap uji pada manusia.

  • Di bidang pendidikan jumlah lulusan universitas di berbagai tingkat meningkat di Iran sampai 18 kali menjadi 5.474.000 orang.
  • Sebelum terbentuknya Republik Islam, hanya ada 223 universitas dan pusat perguruan tinggi dalam negeri, tetapi sekarang sudah ada lebih dari 2.540 universitas dan pusat perguruan tinggi dan jumlah artikel praktis meningkat menjadi 54.388 penelitian ilmiah dan membuat Iran menduduki peringkat ke-16 di dunia dan pertama di kawasan. Dengan kata lain, laju pertumbuhan ilmiah di Iran sebelas kali lebih cepat daripada laju pertumbuhan global.
  • Di bidang industri yang berbasis teknologi, Iran masuk dalam 11 besar negara yang memiliki teknologi peluncuran satelit sendiri.
  • Di bidang teknologi nuklir, Iran menduduki peringkat ke-4 di dunia.
  • Di bidang sel induk (sel punca), Iran setelah Amerika Serikat berada di peringkat ke-2 di dunia.
  • Di bidang teknologi nano Iran menduduki peringkat ke-4 di dunia dan pertama di kawasan Timur Tengah.
  • Iran juga merupakan produsen batu dekoratif atau bangunan terbesar ketiga di dunia.
  • Di bidang produksi besi, Iran menempati posisi delapan dan produsen baja terbesar ketiga belas di dunia.

PELUANG

  1. Kaum muda Republik Islam adalah kesempatan berharga untuk melanjutkan perjalanan negara menuju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi meskipun adanya berbagam ancaman dan sanksi. Kehadiran pemuda terpelajar, baik laki-laki maupun perempuan yang bisa disebut sebagai generasi milenium ketiga, telah membuat lompatan yang besar dalam berbagai bidang industri dasar maupun yang berbasis teknologi. Seperti industri nuklir yang merupakan hasil usaha kaum muda kami. Dalam hal ini, menjadikan generasi muda sebagai sasaran dari berbagai serbuan dan fitnah adalah pendekatan berbagai negara-negara yang tidak bersahabat.
  2. Demokrasi yang berbasis agama dengan memperhatikan suara dan pilihan masyarakat dalam menentukan nasib bangsa telah membuat kita menyaksikan kehadiran masyarakat Iran sejak 42 tahun yang lalu hingga kini pada berbagai perkembangan dan momentum Republik Islam Iran di mana masyarakat berdasarkan padangan dan pemikiran mereka telah memilih berbagai pemerintahan di Iran yang memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Hal ini merupakan kekuatan Republik Islam Iran yang ingin dihilangkan oleh negara-negara Barat.
  3. Pada tingkat strategis dan makro, hubungan internasional sedang berada pada masa transisi dan tidak ada lagi negara adidaya, dan satu-satunya negara adidaya di dunia sedang mengalami penurunan kekuatan secara relatif. Asia Timur sedang bangkit, dan China akan muncul sebagai kekuatan ekonomi utama atas Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang. Dalam kaitan ini, berbagai negara dan kekuatan menengah memiliki kesempatan berharga untuk membentuk ulang sistem internasional. Republik Islam Iran di kawasan strategis Timur Tengah sebagai kekuatan menengah dan Republik Indonesia sebagai kekuatan menengah di Asia Tenggara dapat memainkan perannya untuk meningkatkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran ekonomi di negara mereka sendiri serta kawasan masing-masing. Saya tegaskan kesiapan Republik Islam Iran untuk bekerjasama dengan negara-negara berkembang khususnya Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan akan menjadi salah satu ekonomi utama dunia dalam waktu dekat. Ini merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan peluang antara kedua negara walaupun terkait hal ini ada pihak-pihak yang iri hati dan ingin mempergunakan kekuatan mereka agar upaya kedua negara Iran dan Indonesia tidak dapat dilaksanakan.

TANTANGAN

Mengingat pada perubahan baru pada atmosfer strategis dunia dengan dua variabel yaitu penurunan relatif atas kekuatan Amerika Serikat dan kebangkitan China, dua wilayah penting Timur Tengah dan Asia Timur menjadi lebih penting daripada bagian dunia lainnya.

Iran telah hadir sebagai kekuatan menengah di Timur Tengah dan membuat rezim Zionis Israel ketakutan. Oleh karena itu, dengan strategi “menyebarkan perselisihan agar dapat melanjutkan kekuasaan”, rezim Zionis berupaya menggantikan penyelesaian masalah Palestina dengan isu buatan yaitu Iran-Phobia dan melalui fitnah ini ia ingin menyatukan bangsa Arab dan dirinya sendiri untuk melawan Iran, guna secara permanen menduduki tanah suci Palestina dan menghalangi kemajuan Iran dan bahkan menggulingkannya.

Dalam hal ini, pengiriman beragam pesenjataan canggih yang bernilai milyaran USD oleh para pendukung tradisional Israel kepada rezim ini, dan penjualan persenjataan terbesar negara-negara Barat ke kawasan Timur Tengah hanya menghasilkan perselisihan dan ketegangan dikarenakan upaya dialog untuk penyebaran perdamaian, keamanan dan kemajuan dikesampingkan. Lahirnya kelompok-kelompok seperti ISIS merupakan hasil dan pendekatan pihak Barat di kawasan kami.

Ini adalah tantangan penting bagi kawasan kami, dan kami selalu menyerukan keamanan kolektif oleh negara-negara di kawasan tanpa interfensi dan kehadiran pihak asing. Untuk mencapai tujuan ini Iran terlah menyampaikan bebrbagai usulan antara lain Dialog Regional, Pakta Non-Agresi, dan Gerakan Perdamaian Hormuz (HOPE). Namun rezim Zionis Israel dan para pendukungnya tidak akan mengizinkan hal ini terjadi.

Di kawasan Asia Timur, juga pendekatan yang sama yaitu ChinaPhobia dan penjualan senjata yang banyak ke negara-negara kawasan ini, teradi. Dapat disampaikan bahwa 70% dari total penjualan senjata di dunia terjadi kepada negara-negara di Timur Tengah dan Asia Timur.

Dalam upaya ini, perubahan rezim, perubahan perilaku dan memecah belah Iran berada puncak daftar rencana Barat dan rezim pendudukan Al-Quds al-Sharif.  Oleh karena itu, mereka tidak pernah melewatkan usaha dan cara apa pun untuk mencapai tujuan jahatnya, mulai dari invasi budaya, kampanye hitam melawan Iran pada berbagai media main stream dan media sosial, menciptakan ketidakpuasan di tengah masyarakat kami dengan menjatuhkan sanksi maksimal yang gila agar menyeret masyarakat ke jalan sampai dengan menyebarkan keputusasaan di tengah masyarakat dengan tujuan menurunkan partisipasi rakyat pada berbagai pemilihan umum. Bahkan akhir-akhir ini mereka mencoba untuk membuat kericuhan masyarakat di Iran dengan mengajarkan kekerasan, menyediakan senjata serta mereka tidak ragu untuk mengajarikan pembuatan bom Molotov kepada masyarakat untuk menghacurkan fasilitas publik dan aset milik rakyat.

Tetapi Iran, sebagai pemain rasional dalam kebijakan luar negerinya, terus meningkatkan kemampuan pertahanannya untuk mencegah dan merencanakan dialog saling menang (win-win) dalam menyelesaikan berbagai konflik di Timur Tengah dan bergerak menuju pertumbuhan serta pembangunan ekonomi.  Sama dengan pendekatan yang terdapat di ASEAN yang disebutkan “CARA ASEAN”, di mana dalam pendekatan ini ASEAN sebagai organisasi regional dengan kepemimpinan Indonesia sebagai pemain yang rasional mencegah intervensi pihak asing dengan mendukung konsep multilateralisme serta melawan paksaan dan unilateralisme.

Saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *