KITAB FILSAFAT: SUMBANGSIH LITERASI UNTUK NEGERI

Sadra International Institute (SII) gelar acara launching dan bedah buku yang berjudul Kitab Filsafat, Kamis lalu (10/6). Dalam acara ini, SII mengundang Ammar Fauzi Ph.D selaku penyunting buku, serta Dr. Budhy Munawar Rachman dan Dr.H. Robby Habiba Abrar selaku pembedah buku.  Acara ini dimoderatori oleh Imandega yang juga merupakan proofreader buku ini. Buku ini merupakan karya Prof. TM Yazdi. Beliau merupakan filsuf Muslim kontemporer yang lahir di kota Yazd, Iran, pada 1934. Beliau dikenal sebagai filsuf Peripatetik dan Neo-Sadrian, yang merupakan murid dari Allamah Thabathabai dalam tradisi Hikmah Muta’aliyah (Kebijaksanaan Utama).

Buku ini merupakan terjemahan ulang dan revisi atas terjemahan kitab Amūzesy-e Falsafeh yang diterbitkan oleh Lembaga Dakwah Islam di Qom Iran dalam dua jilid. Buku ini beliau tulis karena keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan agama dan filsafat pada masa itu. Buku ini merupakan buku ajar filsafat Islam universitas-universitas di Iran, dan berisikan pandangan-pandangan khasnya dengan metode perbandingan (komparatif) dalam membahas masalah filosofis. Metode komparatif inilah yang menjadi keunikan Prof. Mishbah Yazdi dalam tradisi literatur filsafat Islam. Beliau menjelaskan perjalanan filsafat Barat dan Islam, serta genealogi konteks dari masalah2 filsafat. Banyak kritik akan kita temukan dalam buku ini, baik kritik terhadap sejumlah tokoh Barat, maupun gurunya sendiri.

Buku asli berbahasa persianya telah lebih dahulu diterjemahkan ke bahasa Arab dengan judul Al-Manhaj Al-Jadid Fi Ta'limi Falsafah oleh Abdul Mun'im Haqani pada 1990. dan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Philosophical Instruction oleh M. Legenhausen dan Azim Sarvdalir pada 1999. Di Indonesia buku ini diterjemahkan lebih dulu oleh Mizan dengan judul Buku Daras Filsafat Islam pada 2003. Sadra Press pun telah menerjemahkannya pada tahun 2010 dengan judul Buku Daras Filsafat Islam: Orientasi ke Filsafat Islam Kontemporer.

Ammar Fauzi Ph.D dalam Launching dan Bedah Buku Kitab Filsafat (10/6)

 

Dalam kesempatan itu, Ammar Fauzi selaku penyunting mengatakan bahwa Kitab Filsafat ini merupakan buku pelopor filsafat Islam di Indonesia. Karena memang sejauh ini belum ada buku filsafat sebagai disiplin ilmu yang jelas sebagaimana ilmu-ilmu lain, yang memiliki awal dan akhir pembahasan. Ia mengatakan:

Penerbitan buku ini ialah untuk menjawab permasalahan-permasalahan filsafat di Indonesia, termasuk mengenai definisi filsafat itu sendiri. Definisi-definisi yang dirumuskan oleh ahli-ahli di Indonesia tidak mendudukkan filsafat sebagai disiplin ilmu. Prof. Mishbah Yazdi mendudukkan filsafat, di dalam buku ini, sebagai disiplin ilmu yang kemudiannya dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang konkret.

Lalu tentang penerjemahan, Ammar Fauzi menjelaskan ada sejumlah kerumitan terkait istilah-istilah teknis. Sehingga memang memerlukan usaha keras untuk memadankan istilah-istilah yang rumit itu ke dalam Bahasa Indonesia, sehingga filsafat Islam dapat membumi dengan wajah Bahasa Indonesia. Dengan begitu diharapkan dengan hadirnya buku ini dapat melengkapi kekurangan-kekurangan dalam studi filsafat Islam di Indonesia.

Adapun Budhy Munawar menjelaskan tantangan yang akan dihadapi karya ini, secara khusus, dan tantangan filsafat Islam, secara umum. Budhy Munawar menyinggung bahwa filsafat sebagai disiplin ilmu sudah banyak ditinggalkan oleh para akademisi. Hal ini disebabkan karena filsafat dianggap tidak produktif, dan hanya berbicara wacana yang melangit. Lalu bagaimana buku ini dapat memberikan sumbangsih yang konkret seperti persoalan ekonomi, politik, dan sebagainya?

Dr. Budhy Munawar Rachman dalam Launching dan Bedah Buku Kitab FIlsafat (10/6)

Meskipun demikian, Budhy Munawar menjelaskan bahwa filsafat memiliki peran yang penting. Filsafat berfungsi untuk memeriksa hidup kita sendiri dalam bentuk perenungan-perenungan, yang akan berimplikasi pada pendidikan cara pandang generasi muda, termasuk soal berpikir kritis. Selain itu, filsafat adalah bentuk pertanggungjawaban dari keyakinan yang kita imani. Budhy Munawar mengutip pandangan Frans Magnes Suseono, bahwa filsafat berfungsi sebagai kritik ideologi. Hal ini akan kita dalam buku Kitab Filsafat ini. FIlsafat juga dapat menjadi reservoir etika, yang menjadi alternatif pada situasi anomali nilai.

Dosen Islamologi dan Filsafat Islam di STF Driyarkara ini juga menjelaskan bahwa buku Kitab Filsafat karya Prof. Mishbah Yazdi didasari oleh cinta kearifan. Buku ini meneguhkan kearifan, dan mendorong wacana perennial wisdom yang diharapkan dapat memecahkan persoalan sosial dalam persoalan kemanusiaan. Penerjemahan atas istilah-istilah filsafat Islam dalam buku ini juga sangat penting sekali. Ia mengatakan bahwa harus ada penyelarasan istilah filsafat Islam di Indonesia, bahkan filsafat pada umumnya sehingga ada kesamaan istilah di Indonesia.

Sementara itu, muatan dan ciri khas buku ini dijelaskan oleh Dr.H.Robby Habiba Abror. Pada kesempatan itu Robby Abrar menceritakan sosok dari Prof. Mishbah Yazdi yang merupakan sosok yang keras dan berpegang teguh pada keyakinan. Mishbah Yazdi berpandangan bahwa filsafat Islam menjadi dasar dari keyakinan beragama dan tanpa kompromi menggempur filsafat yang bertentangan dengan keyakinan beragama dengan argumentasi rasional. Karya ini dilatarbelakangi oleh polemik yang muncul pada saat itu, di mana muncul semarak ideologi-ideologi yang bertentangan dengan doktrin Islam.

Dr.H. Robby Habiba Abrar dalam Launching dan Bedah Buku Kitab Filsafat (10/6)

Robby menjelaskan terdapat 70 bagian dari keseluruhan, dan ada 30 bagian dalam Kitab FIlsafat Jilid 1 ini. Kitab Filsafat Jilid 1 ini terbagi dari tiga bagian. Bagian pertama mengenai kajian-kajian pengantar. Bagian kedua mengenai epistemologi, dan bagian ketiga mengenai ontologi. Hal yang menarik bagi Robby ialah bahwa buku ini mengurai konteks masalah filsafat dari klasik sampai modern. Penulisnya pun juga memberikan ringkasan pada setiap bab sehingga kita lebih mudah mendapatkan pemahaman. Kemudian terjemahan istilah teknis dalam terbitan terbaru ini memberikan berkontribusi terhadap pemahaman pembaca dan perkembangan literatur filsafat di Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan closing statement para pemateri. Diharapkan dengan peluncuran karya baru ini, dapat menjadi inspirasi dan sumbangsih bagi perkembangan khazanah keilmuan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *