Dimensi Spiritual Perjuangan Bangsa Iran Dan Bangsa Indonesia dalam Meraih Kemerdekaan

Nasionalisme dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dikenal sebagai sebuah kata sakti yang mampu membangkitkan kekuatan berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum kolonialis selama beratus-ratus tahun lamanya. Perasaan senasib dan sepenanggungan yang dialami mampu mengalahkan perbedaan, budaya, dan agama sehingga lahirlah sejarah pembentukan kebangsaan Indonesia.

Soekarno sendiri, selaku Pemimpin Revolusi, merupakan bapak pertama yang menciptakan negara humanis sosialis, tanpa dasar agama tertentu sebagai pilar, tanpa liberalisme sebagai acuan. Namun meskipun demikian, Indonesia dilandasi oleh ketuhanan di mana semua manusia wajib bertuhan sebagai dasar kebangsaan. Banyak para tokoh mancanegara yang mengagumi Soekarno dan integritas bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan dan penindasan, termasuk para tokoh revolusi Republik Islam Iran. Falsafah Pancasila memberikan inspirasi perjuangan dan konsep negara bagi Iran, di mana Iran dapat membangun negara yang berbasis humanisme agama. Keduanya, Indonesia dan Iran, menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Perjuangan dengan semangat nasionalisme yang dilakukan oleh para pahlawan berbasiskan spiritualitas.

Hal ini jelas dapat kita lihat, misalnya, pada figur-figur pahlawan seperti Jenderal Soedirman dan lain sebagainya. Banyak dari mereka yang taat kepada Islam dan menjadi teladan bagi generasi muda bangsa Indonesia. Mereka juga selalu menjadi guru dan rujukan dalam hal agama dan spiritualitas. Spiritualitas ini menyatu dengan kecerdasan dan pengkhidmatan untuk selalu membela yang lemah dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari trilogi iman, ilmu, dan amal. Hal ini juga kita temukan pada Republik Islam Iran, yang melandasi perjuangannya dengan spiritualitas. Banyak yang dapat kita petik dari perjalanan kedua bangsa ini. Maka dari itu, berhubungan dengan HUT Republik Islam Iran dan hubungan baiknya dengan Indonesia, Sadra International Institute akan menggelar seminar dengan tema “Dimensi Spiritual Perjuangan Bangsa Iran dan Bangsa Indonesia dalam Meraih Kemerdekaan”.

📆 Tanggal

Selasa, 15 Februari 2022|

⏰ Waktu

09.00 - 12.00 WIB

👤 Speakers:
  1. Prof. Dr. Hossein Mottaghi (Direktur Yayasan Hikmat Al-Mustafa Indonesia)Penerjemah: Abdullah Beik, M.A. (Ketua Hauzah Ilmiah Jakarta)
  2. H.E. Dr. Mohammad Khoush Heikal Azad (Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia)
  3.  Ammar Fauzi, Ph.D. (Ketua Riset STAI Sadra)
  👤 Moderator: Abdullah Beik, M.A. 🔴 LIVE DI ZOOM Meeting ID: 82430413923 Password: MERDEKA Data Peneliti 2020
https://us02web.zoom.us/j/82430413923?pwd=aVBuYldITENqeGp2Nng0VjNSVUlxQT09     📝 Registrasi Klik link di bawah ini 📌 http://bit.ly/HUTRII43 untuk mendapatkan E-Sertifikat dan Voucher Diskon 30% untuk pembelian SEMUA buku-buku SADRA PRESS di website sadrapress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *