Menggali Warisan Nurcholish Madjid dan Sayyid Ali Khamenei: Webinar Dua Sesi Bahas Al-Qur’an, Konsep Diri, dan Kearifan Sosial-Politik

Sadra International Institute bekerja sama dengan Lingkar Kaji Filsafat (LKaF) menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Menggali Warisan Nurcholish Madjid dan Sayyid Ali Khamenei tentang Pesan Al-Qur’an, Makna Diri, dan Kearifan Sosio-Politik dalam Konteks Indonesia dan Dunia Kontemporer.” Seminar ini dilaksanakan dalam dua sesi pada 6 dan 10 Mei 2026 sebagai ruang dialog intelektual untuk membahas pemikiran Nurcholish Madjid dan Sayyid Ali Khamenei, khususnya terkait peran Al-Qur’an, konsep diri, dan kearifan sosial-politik dalam menghadapi tantangan dunia kontemporer.

Selain menjadi forum kajian pemikiran Islam kontemporer, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka mengulas sekaligus mempromosikan dua buku penting, yaitu 40 Human Virtues: Pendar-Pendar Hikmah Nurcholish Madjid yang mengangkat warisan intelektual Cak Nur, serta Dinamika Pemikiran Sayid Ali Khamenei yang membahas gagasan dan pandangan Sayyid Ali Khamenei dalam berbagai bidang pemikiran sosial, politik, dan peradaban Islam.

Sesi pertama yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026 mengangkat tema “Pesan Al-Qur’an dan Konsep Diri dalam Pandangan Sayyid Ali Khamenei dan Nurcholish Madjid.” Seminar ini menghadirkan Dr. Husain Heriyanto, Dr. Abdelaziz Abbacy, dan Fachrurrozy, M.A. sebagai narasumber, dengan dipandu moderator Fithri Dzakiyyah, M.A.

Dalam sesi tersebut, para pembicara menyoroti bagaimana Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai sumber transformasi spiritual, intelektual, dan sosial. Meskipun lahir dari konteks sosial-politik yang berbeda, baik Nurcholish Madjid maupun Sayyid Ali Khamenei dinilai sama-sama menempatkan Al-Qur’an sebagai pusat pembentukan manusia dan peradaban.

Sementara itu, sesi kedua yang diselenggarakan pada Minggu, 10 Mei 2026 mengangkat tema “Konsep Diri dan Kearifan Sosial-Politik dalam Pandangan Sayyid Ali Khamenei dan Nurcholish Madjid.” Seminar menghadirkan Dr. Husain Heriyanto dan Ammar Fauzi, Ph.D. sebagai pemateri, dengan moderator Sahal Mubarok, M.A.

Diskusi pada sesi kedua menyoroti pentingnya pembangunan manusia yang memiliki kedalaman moral dan spiritual sebagai dasar ketahanan sosial-politik. Para pembicara menjelaskan bahwa perubahan sosial tidak mungkin terwujud tanpa pembentukan manusia yang memiliki kesadaran intelektual dan integritas etis.

Selain itu, seminar juga membahas tantangan besar dunia Islam kontemporer, mulai dari stagnasi pemikiran, krisis identitas, disrupsi teknologi, hingga kolonialisme budaya global. Dalam konteks tersebut, warisan pemikiran Nurcholish Madjid dan Sayyid Ali Khamenei dipandang relevan untuk mendorong rekonstruksi peradaban Islam yang lebih kreatif, kritis, dan kontekstual.

Melalui seminar ini, Sadra International Institute dan Lingkar Kaji Filsafat berharap tradisi pembaruan pemikiran Islam tidak berhenti pada pengulangan slogan atau romantisme masa lalu, tetapi berkembang menjadi gerakan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman secara lebih mendalam dan metodologis.

©2025 Sadra International Institute, All rights reserved.